9 Fakta Menarik Tentang Sejarah Sepatu

08 April 2016

Berikut adalah fakta-fakta tentang sepatu yang menarik untuk diketahui, diantaranya :

 

1. Heels ( sepatu ber hak tinggi ) pertama kali dipakai oleh laki-laki

Berdasarkan kutipan Huffington Post, Sepatu dengan hak tinggi bukan menjadi pembeda gender, tetapi menunjukkan tanda aristokrasi dan posisi sosial yang tinggi. Dan pada abad ke-10 para pria yang menunggang kuda memerlukan sepatu ber hak tinggi yang membuat mereka nyaman untuk meletakkan kaki mereka di sanggurdi.

 

2. Di Yunani, sepatu ber hak rendah dibuat untuk menunjukkan status seorang aktor

Merujuk pada tulisan Kennedy Center, aktor yang penting di Yunani biasanya akan menggunakan 'buskin', semacam sepatu dengan hak rendah. Hal ini dilakukan agar para penikmat drama bisa membedakan sang aktor penting dengan aktor komedi yang biasanya hanya menggunakan kaos kaki polos.

 

3. Sneaker, sebuah sepatu bersol karet tanpa bunyi saat melangkah

Akhir tahun 1800-an, sepatu dengan sol karet suka disebut dengan sneaker. Karena, sepatu jenis ini tak menimbulkan bunyi, layaknya orang yang mengendap-endap (sneaker).

 

4.Lukisan Andy Warhol menginspirasi pembuatan sol sepatu merah Louboutin

Seperti ditulis The New Yorker pada tahun 1993, Louboutin ingin membuat sepatu  yang terinspirasi dari lukisan Flower karya Warhol.  Ketika purwarupanya datang, Louboutin tak cukup puas karena merasa ‘gambar Warhol masih lebih kuat’. Lalu dia melihat anak buahnya sedang mencat kuku dengan warna merah. Dia ambil cat kuku itu dan mencat seluruh bagian bawah sepatu dengan warna itu. 

 

5. Sepatu yang digunakan menunjukkan seberapa besar gaji kamu

Tahun 2013, berdasarkan polling dari Laman Beso terhadap 6.750 wanita, 70% dengan pendapatan kurang dari $40 ribu/tahun, jarang menggunakan heels. Sisa nya cenderung menggunakan heels dengan penghasilan $150 ribu/tahun.

 

6. Lebih banyak orang yang kecanduan membeli sepatu dibanding orang yang membeli sepatu karena tren

"Kecanduan perempuan akan membeli sepatu memicu area di otak yang disebut oleh prefrontal cortex atau spot collector. Sepatu adalah benda koleksi, baik perempuan sadari atau tidak mereka akan menerima hal ini,” kata Suzanne Ferriss, PhD, dan editor Footnotes:On Shoes dalam wawancara dengan Cosmopolitan pada tahun 2010.

 

7.Loafer menjadi tren gaya karena aktris Audrey Hepburn

Hepburn berhasil membuat sepatu loafer sama gaya nya untuk perempuan. Padahal sebelumnya jenis sepatu ini hanya diperuntukkan oleh laki-laki. Berdasarkan catatan Wall Street, saat membintangi film Funny Face tahun 1957, Hepburn menggunakan loafer hitam dari Ferragamos.

 

8.Karena solnya berbantalan udara, Dr. Martens dianggap sebagai sepatu kerja untuk pria pada awalnya

Sepatu Dr. Martens diciptakan oleh penemu Jerman bernama Dr.. Martaens dan temannya Dr. Funck. Lalu sepatu ini dikembangkan oleh Inggris dan dipasarkan tahun 1960. Baru tahun 1970-an sepatu ini populer di Inggris terutama pada kelompok subkultur dan gerakan musik punk.   

 

9. Wedges diciptakan oleh Salvatore Ferragamo saat Italia mengalami pemboikotan perdagangan dengan negara lain

Sepatu wedges dibuat pada tahun  1940-an.  Saat itu Italia sedang menjalani pemboikotan perdagangan. Akibatnya Ferragamo tak lagi bisa mengimpor baja untuk heels traditional. “Saya lalu bereksperimen dengan gabus dan memasangnya di sepatu,” kata Ferragamo. Hanya dalam hitungan minggu sepatu itu jadi benda paling populer di Italia.

Blog Lainnya

Tips Jitu Memulai Bisnis Sepatu Dan Sandal

21 Juli 2016

Dari hobi mendulang rezeki

27 Juli 2016

Bogor, pusatnya Sepatu di Indonesia

22 Juli 2016